Standar Bibit


Jul 06, 2015 by Disnak Jabar    Dibaca : 12419 Kali
 

Benih/bibit merupakan salah satu sarana produksi yang memiliki peran penting dan strategis dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas ternak sehingga perlu diusahakan agar bibit yang diproduksi dan diedarkan tetap terjamin mutunya sesuai standar atau persyaratan teknis minimal (PTM). amanah Undang-Undang No 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan Bab IV pasal 13 ayat (4) Setiap benih atau bibit yang beredar wajib memiliki sertifikat layak benih atau bibit yang memenuhi keterangan mengenai silsilah dan cirri-ciri keunggulan tertentu dan ayat (5), Setifikat layak benih atau bibit sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Benih atau Bibit yang terakreditasi atau yang ditunjuk oleh Menteri.
Kondisi saat ini di masyarakat, menunjukkan belum semua pelaku usaha dapat memenuhi persyaratan untuk mensertifikasikan produknya ke LSPro. Hal ini disebabkan belum semua pelaku usaha melaksanakan proses produksi mengacu pada Good Breeding Practices (GBP) dengan sistemmanajemen mutu sesuai ISO 9001:2008. Sedangkan di pihak lain, kebutuhan masyarakat akan bibit yang sesuai standar semakin meningkat. Langkah-langkah yang diperlukan adalah dengan mengupayakan penerbitan Surat Keterangan Layak Bibit Ternak (SKLB). Surat keterangan tersebut diterbitkan setelah menilai kesesuaian produk bibit ternak terhadap standar (SNI/PTM/Standar Daerah) yang telah ada. Diharapkan surat keterangan tersebut dapat menjadi awal bagi proses sertifikasi, setelah melalui pembinaan terhadap pelaku usaha ke arah pembibitan secara terus menerus.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas dan dalam upaya meningkatkan koordinasi, daya guna dan hasil guna pengawasan mutu benih/bibit tersebut maka dipandang perlu melakukan pengawasan benih/bibit ternak di daerah dan operasional penerbitan SKLB, agar bibit yang diproduksi dan diedarkan terjamin mutunya sehingga dapat memberikan perlindungan kepada konsumen dari benih/bibit yang tidak memenuhi standar atau PTM.

 
 


Share this Post :