INDIGOFERA MENDUKUNG GERAKAN PENANAMAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN PAKAN BERKUALITAS (GERBANG PATAS) DI JAWA BARAT TAHUN 2015


Jan 06, 2016 by Disnak Jabar    Dibaca : 1664 Kali
 


INDIGOFERA MENDUKUNG GERAKAN PENANAMAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN PAKAN BERKUALITAS (GERBANG PATAS)
DI JAWA BARAT TAHUN 2015

Oleh : Siti Rochani

 Anda pernah mendengar Gerbang Patas ? Gerbang Patas atau Gerakan Penanaman dan Pengembangan Tanaman Pakan Ternak Berkualitas merupakan upaya terobosan Pemerintah untuk meningkatkan produktvitas ternak khususnya oleh kelompok ternak melalui penyediaan tanaman pakan ternak yang berkualitas.
Pakan merupakan salah satu input produksi yang sangat menentukan keberhasilan usaha peternakan. Selain komponen biaya terbesar, pakan juga mempengaruhi produktivitas dan efisiensi secara langsung. Tanaman pakan ternak yang berkualitas diantaranya terdiri dari  hijauan pakan ternak. Hijauan pakan ternak dikelompokkan dalam 2 (dua) bagian besar yaitu jenis rumput-rumputan dan leguminosa. Tanaman Leguminosa merupakan tanaman kacang-kacangan yang termasuk hijauan makanan ternak yang memiliki kandungan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh ternak ruminansia. Kandungan tersebut diantaranya protein yang tersedia cukup tinggi dibanding dengan jenis rumput (graminae), asam amino dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh ternak.
Meski banyak mengandung protein, tanaman leguminosa juga memiliki kekurangan yakni memiliki zat anti nutrisi (mimosin dan tanin) yang merupakan senyawa toksik yang dapat membahayakan bagi ternak jika diberikan secara berlebihan. Oleh karena itu pemberian legum harus diberikan bersamaan dengan pakan lain seperti rumput gajah,rumput raja dll. 
Indigofera adalah hijauan pakan jenis leguminosa pohon yang memiliki kualitas nutrisi tinggi dan tahan terhadap kekeringan,sehingga dapat diandalkan menjadi sumber pakan pada musim kemarau. Kandungan dari Indigofera  sebagai pakan ternak yang dimanfaatkan adalah nitrogen, fosfor dan kalsium dengan kandungan protein kasar 27,9%, serat kasar 15,25%, kalsium 0,22% dan fosfor 0,18%.  Indigofera  mengandung pigmen indigo, yang sangat penting untuk pertanian komersial pada daerah tropik dan sub tropik, selanjutnya dapat digunakan sebagai hijauan pakan ternak dan suplemen kualitas tinggi untuk ternak ruminansia (Haude, 1997). Husen et al, 2007 juga menyatakan bahwa Legum Indigofera Sp. memiliki kandungan protein yang tinggi, toleran terhadap musim kering, genangan air dan tahan terhadap salinitas  Dengan kandungan protein yang tinggi (26% - 31%) disertai kandungan serat yang relatif rendah dan tingkat kecernaan yang tinggi (77%) tanaman ini sangat baik sebagai sumber hijauan baik sebagai pakan dasar maupun sebagai pakan suplemen sumber protein dan energi, terlebih untuk ternak dalam status produksi tinggi (laktasi). Karena toleran terhadap kekeringan, maka Indigofera  dapat dikembangkan di wilayah dengan iklim kering untuk mengatasi terbatasnya ketersediaan hijauan terutama selama musim kemarau.  Keunggulan lain tanaman ini adalah kandungan tanninnya sangat rendah, sehingga berdampak positif terhadap palatabilitas dan sangat disukai oleh  ternak. 
Ciri-ciri Indigofera  adalah daunnya berseling, biasanya bersirip ganjil, kadang-kadang beranak daun tiga atau tunggal. Bunganya tersusun dalam suatu tandan di ketiak daun, daun kelopaknya berbentuk genta bergerigi lima, daun mahkotanya berbentuk kupu-kupu.  Secara umum tipe buahnya polong, berbentuk pita (pada beberapa jenis hampir bulat), lurus atau bengkok, berisi 1-20 biji yang kebanyakan bulat sampai jorong.  
Tanaman Indigofera  siap dipanen saat berumur 240 hari untuk satu  kali pemanenan, selanjutnya dapat dipanen kembali dengan selisih waktu 90 hari dari saat pemanenan pertama.  Pemanenan dilakukan dengan cara membabat tanaman dari batang sampai daun dan disisakan batang bawah untuk pertumbuhan tunas berikutnya. Umur tanaman indigofera dapat mencapai 3 tahun. Masa panen Indigofera sp adalah
a.   Umur potong pertama 8 bulan
b.   Interval pemotongan 60 – 90 hari
c.   Tinggi pemotongan 1.0 – 1.5 m dari permukaan tanah. 
 Indigofera terus berkembang di Jawa Barat, diantaranya melalui kerjsama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Koperasi Peternak Susu Bandung Utara (KPSBU) dan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor yang dilaksanakan di Kabupaten Bandung Barat. Hal tersebut  didasari  kenyataan bahwa di Kabupaten Bandung Barat sebagai salah satu produsen utama  sapi perah di Jawa Barat, keberadaan lahan hijauannya terus berkurang dan menuntut adanya upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hijauan yang baik dengan lahan yang sangat terbatas. Keterbatasan lahan didasari KPSBU melalui upaya kerjasama dengan pihak Perhutani, yaitu menyewa lahan untuk dijadikan pakan hijauan ternak khususnya menanam Indigofera. 
Program terobosan sebagai bagian dari Gerbang Patas ini menurut rencana akan dimulai dengan penanaman pertama oleh Presiden RI Jokowidodo, selanjutnya diharapkan dengan adanya program ini, produktivitas ternak ruminansia khususnya sapi perah di Kabupaten Bandung Barat dan umumnya di Jawa Barat dapat meningkat.

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direktorat Pakan Ternak. 2014. Pedoman Pelaksanaan Penanaman dan Pengembangan Tanaman Pakan Ternak Berkualitas. 

Tarigan Andi, 2009.  Produktivitas dan Pemanfaatan Indigofera sp Sebagai Pakan Ternak 

Anggrodi R. 1990.  Ilmu Makanan Ternak Umum.  Cetakan Ketiga.  Jakarta: PT. Gramedia.





 
 


Share this Post :