Statistik Peternakan


Jul 08, 2015 by Disnak Jabar    Dibaca : 7588 Kali
 

Ternak merupakan sumberdaya alam hayati yang strategis. Selain sebagai sumber pangan (daging, susu, telur), sumber tenaga kerja, sumber pupuk, penghasil bahan baku industri (tepung daging, tepung tulang) dan sebagai tabungan serta yang terpenting mendukung ketahanan pangan. Pembangunan sub sektor peternakan perlu terus dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan pangan asal hewan dan mempertahankan ketahanan pangan.
Pembangunan sub sektor petemakan di masa depan akan menghadapi tantangan yang cukup berat dengan terbukanya pasar pada era globalisasi, mobilitas barang dan jasa akan semakin cepat dan persaingan semakin meningkat. Agar memiliki kemampuan bersaing, maka kita harus mempertinggi daya saing produk pertanian.
Dalam upaya meningkatkan daya saing tersebut informasi yang menyangkut kondisi sumber daya sektor peternakan harus tersedia dengan kualitas tinggi, dengan ketersediaan data yang akurat, lengkap, aktual, faktual serta dapat dipertanggungjawabkan maka dapat dirumuskan langkah-langkah strategis guna mengarahkan sektor petemakan dimasa mendatang.
Data dan informasi berperan penting dalam pengambilan keputusan berkenaan dengan pembangunan peternakan. Data yang Akurat, Tepat, Objektif dan Komprehensif (ATOK) akan sangat membantu dalam menyusun perencanaan, monitoring dan evaluasi terhadap pembangunan peternakan. Berdasarkan pada kepentingan tersebut, maka metodologi pengumpulan data dan informasi harus direncanakan sedemikian rupa agar mudah dan cepat dalam pengumpulan, mudah dianalisis, mudah dalam pelaporannya dan mudah diakses oleh pengguna data (user).
Penyediaan data peternakan sebagai salah satu kegiatan statistik sektoral saat ini telah diatur pengumpulan dan pengolahannya melalui Keputusan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 798/kpts/ot.040/f/11/2012 tentang Petunjuk Teknis Pengumpulan dan Penyajian Data Peternakan. 
Dengan semakin baik dan meningkatnya validitas data petemakan akan berpengaruh juga terhadap efisiensi dan efektivitas perencanaan pembangunan peternakan sehingga sasaran pembangunan peternakan yang menjadi salah satu tolok ukur indikator kinerja dapat dicapai sesuai dengan harapan.

 
 


Share this Post :