Konsumsi Daging Domba Sangat Minim


Nov 23, 2016 by Disnak Jabar   Tags      Dibaca : 1792 Kali
 

Rendahnya konsumsi daging domba serta masih minimnya para peternak domba konsumsi membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat khawatir. Pemprov khawatir daging domba akan semakin tidak popular sebagai daging alternatif untuk dikonsumsi dibandingkan daging ayam dan daging sapi. Padahal data statistik menunjukan tahun 2015,populasi domba di Jawa Barat tercatat 9 juta atau tertinggi di Indonesia. Kepala Dina Peternakan Jawa Barat,Dodi Firman Nugraha, mengatakan bahwa paradigm yang salah soal kandungan dalam daging domba yang ada di masyarakat membuat tingkat konsumsi daging domba di Jawa Barat jauh dari harapan. Stigma daging domba sebagai daging yang berpotensi menumbuhkan kolesterol tinggi dalam tubuh membuat daging ini menjadi daging yang jarang disentuh oleh para ibu rumah tangga untuk dijadikan konsumsi harian.
“Paradigma daging domba yang mengadung kolestrol tinggi mebuat masyarakat takut mengkonsumsi daging ini secara berlebihan,”kata Dodi di sela Sosialisasi Konsumsi Daging Domba yang digelar di Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran, Rabu (23/11).
Kekhawatiran Pemprov juga muncul dari adanya ketidaknyambungan antara budidaya dengan konsumsi serta kurang populernya daging domba di kalangan anak muda. Di kalangan peternak ,domba di budidayakan bukan untuk dikonsumsi sebagai tujuan utama,melainkan untuk dijual dalam momen tertentu seperti Idul Adha saja. Kondisi ini membuat stok daging domba konsumsi harian di pasar-pasar sangat minim.
“Hal ini mebuat harga daging domba menjadi lebih mahal dari harga daging sapi apalagi ayam. Harga satu kilogram daging domba antara Rp.120 ribu hingga Rp.140 ribu , sedangkan daging sapi antara Rp.100 Ribu hingga Rp.120 Ribu,” ujar Dodi.
Di kalangan remaja,daging domba kurang populer karena memang daging domba tidak tersaji sebanyak daging-daging lainnya.
“Karena itulah kami menggelar sosialisasi di kalangan kampus agar anak mudah lebih mengenal daging domba dan manfaat-manfaatnya,”katanya.
Staf Pengajar Bagian Lab Produksi Ternak Fakultas Pertanian Unpad,Deni Heriyadi,mengatakan selama ini terjadi salah persepsi mengenai daging domba yang disebut mengandung kolesterol tinggi. “ini salah, justru di dalam daging domba tersimpan potensi luar biasa,terutama untuk anak-anak bisa meningkatkan kecerdasan otak,”katanya.
Di Inggris,kata Deni,balita di anjurkan mengonsumsi daging domba dan di Kanada, Departemen Kesehatan setempat menganjurkan setiap makan dua macam daging harus diselingi dengan domba.


Share this Post :

Sorotan