Hal. Utama
 
Peta Situs
 
Kontak
 
Email
 
Login
  Menu Utama
Tentang Disnak
Tentang UPTD
Instansi
Layanan
Pejabat
  Informasi
Berita
Agenda
Sorotan Kita
Info Multimedia
Download
Artikel
Penyakit Hewan
Pengadaan Barang/Jasa
Stake Holder
Data Statistik
Info Harga Bulanan  (New!!)
Info Harga Harian  (New!!)
Database
Serangan Penyakit Hewan
  Ragam
Link Terkait
Galeri Foto
Polling
Forum
Buku Tamu
Daftar Istilah
Member Website
Pasokan Berita  
Forum Konsultasi  (New!!)
Kontak Bisnis  (New!!)
Humor Peternakan  (New!!)
Info Lowongan Kerja
Produk Ternak Binaan
Bisnis e-Nak
  Tentang Website
Konsep
Fitur
Statistik Website  

  Hits Sejak Januari 2009
  6,633,152



**SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H Semoga Kita Senantiasa Mendapatkan Taufik Dan Hidayah-Nya, Amiin**Feature E-COMMERCE sudah kami persiapkan untuk anda, jika berminat dapat menghubungi Kantor Dinas Peternakan Jawa Barat Telp.022 - 2501151**Pemerintah Berlakukan Bea Impor Susu 5 Persen**Dengan momentum "Hari Minum Susu se-Dunia tanggal 1 Juni", kita wujudkan masyarakat Jawa Barat yang sehat dan gemar minum susu setiap hari**Anda menemukan babi yang terpapar Flu Babi, SEGERA HUBUNGI 08176671161*” Antisipasi Flu Babi, Deptan Survei 7 Juta Babi** Ternak Babi Di Jabar Dijalankan Tanpa Izin**
 
 
 
 
 
 
SOROTAN KITA
 
 
 
Sabtu, 21 Nov 2009    Mendukung Browser : Internet Explorer Mozilla Firefox Opera
 
 
Kamis, 20 Nopember 2008
Usaha Peternakan Domba Rakyat, Upaya Mempertahankan Tradisi

Peternakan domba rakyat merupakan bentuk kebiasaanmasyarakat pedesaan yang sudah lama ada di Indonesia. Di pedesaan di Jawa Baratbanyak dijumpai keluarga yang memiliki ternak domba dengan jumlah sedikitbahkan tidak lebih dari 10 ekor. Pemandangan ini menjadi ‘penghias’ susana desaterutama di daerah pegunungan dengan kultur bertani dan beternak sebagai matapencaharian. Kebiasaan ini merupakan kebiasaan keluarga yang sifatnya turuntemurun dari generasi ke generasi. Peternak seakan tidak mau meninggalkan‘warisan keluarga’ ini walaupun mereka harus memeliharanya dalam jumlah yangsangat sedikit. Terlalu sering mereka mengalami kerugian karena secaraperhitungan ekonomi usaha yang mereka lakukan tidak membuahkan laba. Apabilasuatu saat domba milik mereka dijual, barang tentu dengan harga alakadarnyayang sudah ditentukan oleh tengkulak/bandar domba. Mereka tidak memikirkanperihal untung atau rugi tetapi ada kepuasan tersendiri ketika mereka dapatmenuai hasil dari apa yang selama ini mereka lakukan.

Saat ini, penulis tidak melakukan pengamatan secarakemperensif dari seluruh peternak domba di Jawa Barat. Tulsan ini lahir daripengalaman penulis sebagai peternak domba, mahasiswa Fakultas Peternakan dankonsumen daging domba. Selama ini terlihat bahwa usaha ternak domba hanyasebagai komoditas peternakan yang tidak diunggulkan dibandingkan sapi potongdan ayam broiler. Hal ini terjadi karena konsumen daging domba masih terbilang sedikitbila dibandingkan dengan konsumen daging sapi dan daging ayam. Para peternakmengalami kesulitan pemasaran walaupun sebenarnya peluang usaha ternak dombaini masih terbuka luas.Penduduk pedesaan merupakan tipe penduduk yang kurangbisa berkarya secara optimal. Tingkat pendidikan menjadi kendala utama daripembentukan pola pikir penduduk pedesaan. Mereka sering merasa cukup dengan apayang mereka miliki selama ini sehingga tidak terpacu untuk melakukan usahalebih baik lagi. Kondisi peternakan rakyat yang minim menjadi gambaran betapausaha ternak rakyat saat ini masih merupakan tradisi keluarga sebagai tabungandi masa depan.

Sumberdaya alam yang tersedia kurang bisa dimanfaatkandengan optimal oleh peternak. Tidak adanya modal menjadi alasan utama kurangberkembangnya usaha ternak domba. Apalagi saat ini kondisi alam sudah tidakmenentu. Musim kemarau panjang menyebabkan penyediaan pakan sebagai penunjangproduksi semakin berkurang. Peternak pun terpaksa mengembalakan dombanya ditegal atau tanah lapang supaya ternak masih bisa bertahan hidup.Problem inibukan hanya tugas Pemerintah Daerah untuk memberikan pembinaan dan bantuan danakepada masyarakat tetapi sudah menjadi tugas semua kalangan yang peduli akankondisi peternakan domba rakyat. Jawa Barat sebagai sentra peternakan dombasudah harus menjadi pionir dalam meningkatkan produksinya dengan senantiasamelakukan pendekatan intensif kepada para petenak rakyat.

Pendekatan ini bermaksud untuk melakukan pembinaan kepadamereka dengan senantiasa terjun lansung dan melakukan apa yang seharusnyamereka perbuat. Kegiatan penyuluhan yang sifatnya sesaat saja tidak cukupkarena terbukti tidak menjadi solusi tetapi harus ada upaya nyata untukmempertahankan kultur beternak domba ini dengan berinteraksi langsung denganmasyarakat. Bila perlu, kita tinggal di daerah itu dan bersama-sama beternakdomba sebagi contoh atas apa yang kita sampaikan kepada mereka.



Sumber  : http://duniatani.wordpress.com
Penulis  : Muhammad Yusuf Ansori
File  : ---
Telah Dibaca  : 499 Kali

  >> Ke Indeks Sorotan Kita 
Tidak ada komentar untuk artikel ini. Posting komentar anda
Tinggalkan komentar anda
Nama : 
Email : 
Pesan :